1. Phimosis, yaitu penis dengan keadaan ujung preputium (kulit luar penis mengalami
penyempitan, sehingga tidak dapat ditarik ke arah proximal (bawah) melewati Glans
(kepala penis), sehingga mengakibatkan penyumbatan ketika buang air kecil. Bila hal
ini dibiarkan terus menerus tanpa ada penanganan lebih lanjut dapat mengakibatkan
peradangan pada penis.

Biasanya yang mengalami phimosis adalah anak-anak kecil, karena setelah dewasa
dengan sendirinya preputium yang menempel akan melonggar. Tapi dalam beberapa
kasus phimosis masih tetap berlangsungsampai dewasa.
Gejala klinis/keluhan :
- Ketika buang air kecil, anak mengeluh sakit.
- Ketika buang air kecil keluarnya sedikit-sedikit.
- Preputium bengkak.
- Ketika akan buang air kecil, ujung penis menggembung terlebih terlebih dahulu baru
air kencing keluar.
Apa akibat bila phimosis tidak segera diatasi/dikhitan?
-Infeksi preputium sering berulang.
-Anak sering sakit panas.
-Anak sering meraba-raba kemaluannya.
-Pada infeksi akut dapat menyebabkan kencing nanah.
-Hal yang paling ditakutkan dari segi medis apabila terjadi infeksi bertingkat
(ascendes) dapat mengakibatkan infeksi ginjal.
Infeksi preputium sering berulang.
Anak sering sakit panas.
Anak sering meraba-raba kemaluannya.
Pada infeksi akut dapat menyebabkan kencing nanah.
Hal yang paling ditakutkan dari segi medis apabila terjadi infeksi bertingkat
(ascendes) dapat mengakibatkan infeksi ginjal.
2. Hipospadia, adalah suatu keadaan dimana lubang uretra terdapat di penis bagian
bawah, bukan di ujung penis. Hipospadia merupakan kelainan bawaan yang terjadi pada
3 diantara 1.000 bayi baru lahir. Beratnya hipospadia bervariasi, kebanyakan lubang
uretra terletak di dekat ujung penis, yaitu pada glans penis. Bentuk hipospadia yang
lebih berat terjadi jika lubang uretra terdapat di tengah batang penis atau pada pangkal
penis, dan kadang pada skrotum (kantung zakar) atau di bawah skrotum. Kelainan ini
seringkali berhubungan dengan kordi, yaitu suatu jaringan fibrosa yang kencang, yang
menyebabkan penis melengkung ke bawah pada saat ereksi.
Gejalanya adalah:
- Lubang penis tidak terdapat di ujung penis, tetapi berada di bawah atau di dasar penis.
- Penis melengkung ke bawah.
- Penis tampak seperti berkerudung karena adanya kelainan pada kulit depan penis
- Jika berkemih, anak harus duduk.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik. Jika hipospadia terdapat di pangkal
penis, mungkin perlu dilakukan pemeriksaan radiologis untuk memeriksa kelainan bawaan
lainnya.

Bayi yang menderita hipospadia sebaiknya tidak disunat. Kulit depan penis dibiarkan untuk
digunakan pada pembedahan nanti.
Rangkaian pembedahan biasanya telah selesai dilakukan sebelum anak mulai sekolah. Pada
saat ini, perbaikan hipospadia dianjurkan dilakukan sebelum anak berumur 18 bulan.
Jika tidak diobati, mungkin akan terjadi kesulitan dalam pelatihan buang air pada anak dan
pada saat dewasa nanti, mungkin akan terjadi gangguan dalam melakukan hubungan seksual.
